Sosial Media

Kamis, 01 Maret 2012

Sayap Sayap Patahku

Wahai Langit. .
Tanyakan pada-Nya
Mengapa tercipta sekeping hati ini..
Begitu rapuh dan mudah terluka..
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta..
Begitu kuat dan kokoh..
Saat berselimut cinta dan asa..

Mengapa tercipta rasa sayang dan rindu di dalam hati ini..
Mengisi kekosongan di dalamnya..
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih...
Menimbulkan segudang tanya..
Menghimpun berjuta asa..
Memberikan semangat dan meninggalkan kepedihan
yang tak terkira...

Mengapa tercipta kegelisahan dalam relung jiwa..
Menghimpit bayangan menyesakkan dada..
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…


Wahai ilalang. .
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini..
Mengapa kau hanya diam... Katakan padaku..
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali...

Desiran angin membuat berisik dirimu..
Seolah ada sesuatu yang kau
ucapkan padaku..
Aku tak tahu apa maksudmu Hanya menduga...
Bisikanmu mengatakan ada
seseorang di balik bukit sana..
Menunggumu dengan setia..
Menghargai apa arti cinta…

Hati yang terjatuh dan terluka..
Merobek malam menoreh seribu duka..
Ku kepakkan sayap-sayap
patahku..
Mengikuti hembusan angin yang berlalu..
Menancapkan rindu...


Disudut hati yang beku. .
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin...
Berserakan...
Sebelum hilang di terpa angin..
Sambil terduduk lemah..
Ku coba kembali mengais sisa hati..
Bercampur baur dengan debu..
Ingin ku rengkuh. .
Ku gapai kepingan di sudut hati..
Hanya bayangan yang ku dapati...

Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya..
Tak sanggup ku kepakkan
kembali sayap ini...
Ia telah patah...
Tertusuk duri-duri yang tajam..
Hanya bisa meratap...
Meringis....
Mencoba menggapai sebuah
pegangan....


Aku telah mengejar sang waktu..
Meski dengan bayang semu..
Meski dengan kasih yang membisu.....


Khalil Gibran And Me

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.