Sosial Media

Kamis, 22 Maret 2012

Story "Karena Kau Tulang Rusukku"

Wanita tercipta dari tulang rusuk lelaki, yang sebenarnya adalah wanita tercipta dari patahan tulang rusuk lelaki, bukan wanita tercipta dari pasangan tulang rusuk lelaki..

Karena kau tulang rusukku. . .

Sebuah senja yang sempurna, sepotong brownis, dan lagu cinta romantis. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih?

Raka dan Dara duduk di punggung senja, teruntai tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini
siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu
menatap Dara dengan pasti)
Kamu tulang rusukku!


"Telah tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."


Setelah menikah, Dara dan
Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kian mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. .

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Hingga suatu hari, akhir sebuah pertengkaran.

Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak,
"Kamu nggak cinta lagi sama aku!"

Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,
"Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang
rusukku!"

Tiba-tiba Dara menjadi terdiam, berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.
Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin ditarik kembali. .

Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah.

"Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi.
Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."


Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara.

Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula.
Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali.
Dara tak menunggunya.

Di tengah malam yang sunyi, saat Raka meneguk cappucinnonya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia
merindukan Dara. .

Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh
sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling melepas.

Raka : Apa kabar?
Dara : Baik... apakah
kamu sudah menemukan
rusukmu yang hilang?
Raka : Belum..
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut. Aku akan kembali 2
minggu lagi.
Raka : Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomorku, tak ada yang berubah dan tidak akan ada yang berubah...
Dara tersenyum manis, lalu
berlalu..
"Good bye...."


Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. . .

Malam itu, sekali lagi, Raka meneguk cappucinnonya dan kembali merasakan sakit di dadanya...

Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan. . .

"Kita seringkali melampiaskan 99% kemarahan justru kepada
orang yang paling kita cintai. . Dan akibatnya seringkali adalah fatal"

TERKADANG KITA MENYESAL DAN MERASAKAN BETAPA BERARTINYA SESEORANG SETELAH HILANG DARI DIRI KITA. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.