Kasih. . .
Sungguh hati ini ingin
merindumu jiwa ini ingin
mengingatmu namun tak kuasa aku tuk mengungkapnya. . .
Cintaku. . .
Entah dimana kau kini dan entah siapakah engkau apakah jua kau merinduku gelisahkah kau tuk mengingatku tapi mungkin kau pun malu tuk ungkapkan kepadaku. . .
Duhai belahan jiwaku. . .
Mampukah kau untuk saling menjaga hati yang terkoyak oleh rindu bilakah kau datang tuk menjemputku bertemu dalam satu ikatan cinta nan suci tuk saling ungkapkan rindu yang terpendam. . .
Selamat Tinggal Cinta Hati ini terasa sunyi tanpa nafas cintamu. Hidup ini sepi tanpa senyuman darimu. Diri ini senyap tanpa jiwa kasih mu. Ruang hatiku gelap tanpa arah tuk melangkah. . .
Cinta. . .
Mengapa semua harus terjadi. Mengapa disaat terang dunia kalbuku kau berlalu, Kau tinggalkan sepenggal dusta dalam rasa. . .
Cinta. . .
Aku hanya mampu memeluk rasa. Memeluk mimpi senja yang kelabu, Meniti harapan fajar kelana. . .
Cinta. . .
Kau buat aku tak yakin untuk bertepi. Kau beri aku segenggam luka. Mengapa cahaya pelangi menjadi api. . .
Selamat jalan Cinta. . .
Selamat berbahagia di atas luka ku. .
Biarkan kata merangkai hati serupa darah dibalik tirai semakin terang nama indah tentang mu yang menghantui jalan mimpi tidurku menambah panjang cerita mimpiku mengisi sepinya tidurku meski dalam bayang malamku memaniskan rasa pahit darimu mewujudkan harapan di nyataku semakin lama ku berkelana di tidurku bersama bayang dirimu semakin melekat hati ini di nama dirimu. . .
Sampai bilapun ku harus bergini ku sanggup tinggalkan dunia ku terlelap
dalam dunia ini bersamamu
yang menemani mimpiku. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.