Malam ini. . .
Jiwaku ziarah ke makam KAKAK-KAKAKKU. . .
Yang telah pergi
meninggalkanku. . .
Air mata ini jatuh. .
Membasahi onggokan tanah ini. . .
Tak mampu untuk membangkitkan KAKAK. . .
Malam ini. . .
Jiwaku meratap pilu di makam KAKAK. . .
Meratapi kehilangan yang perih. . .
Dukaku semakin menusuk dalam di jiwa ini. . .
Dan itu tetap takkan mampu. . .
Membangkitkan KAKAK. . .
Kemana lagi harus aku bawa pilu ini. . .
Kemana lagi harus kubawa duka ini. . .
Ratapan jiwaku tak lagi
berarti. . .
Semua lenyap. . .
Dengan ketidak pedulian dan
keangkuhan. . .
KAK. . . . KAAKAAAKKK. . . . . .
Malam ini. . .
Jiwaku meratapi kepergianmu dengan khusyuk. . .
Tapi aku yakin itu takkan bisa
membuatmu kembali. . .
Ku lantunkan nyanyian syahdu untukmu. . .
Dalam Al-Fatihaku. . .
Semoga Allah SWT mengirimkan Malaikat Surga. .
Untuk temanimu di alammu. .
Meski. . .
Aku hanya ingin kau KAK. . .
Aku hanya butuh kau KAK. . .
KAK. . .
Sayap-sayapku semakin rapuh disini. . .
Jiwaku semakin kelam. . .
BERISTIRAHATLAH DENGAN
TENANG KAKAK-KAKAKKU. . . .
DO'AKU AKAN SELALU UNTUK
KALIAN. . .
Dari Adikmu Yang Teramat
Merindukan kalian KAK. .
In Memorian. . .
KAK HAEDAR 24 NOVEMBER 2003
KAK HAMDAR 10 SEPTEMBER 2011
By Dhe Leonid, cHyda_Lynxsky
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.