
Pernahkah kamu terpenjara teman, pernahkah?
Sebua penjara sunyi nan gelap,
Sebuah penjara yang ada jauh di dalam jiwamu..
Sebuah penjara yang tak memiliki setitik cahaya..
Bahkan rembulan tak akan pernah bersinar dan langit hitam tak berbintang...
Sebuah penjara hati, aku menamakannya...
Sunyi kelam hati ini, begitulah disana...
Sebuah penjara tanpa ruang untuk memasukinya..
Sebuah penjara yang ada hanya tembok ilusi..
Sebuah eksistensi yang begitu menggugat..
Sebuah hati yang hitam...
Tolong jangan pernah menyentuhnya...
Teman, aku berharap kau tidak akan pernah mengalaminya...
Tak akan pernah ia menyapamu,
Atau paling tidak ia tidak akan menjadi sekelam ini...
Sepertiku....
Sebuah bagian tanpa ruang tanpa waktu..
Lebih pekat dari hitam terpekat..
Lebih menghisap dari pada bintang mati yang terhisap oleh gravitasinya sendiri...
Teramat miris... amat menyedihkan...
tak ada ruang untuk menangis...
Ini bukan bagian yang terbentuk oleh cinta yang terlunta dan terluka, sama sekali bukan...
Rasa ini bukan tercipta dari ribuan hampa dan kejenuhan yang terakumulasi, sama sekali tidak...
Hanya setitik awal rasa ini terbentuk, mengakar, menyebar...
Lalu jiwa tersadar telah menjadi begitu kelam...
Tak ada tempat untuk bernafas dalam hitam sepekat itu..
Tak ada ruang untuk hidup...
Jantung yang terus berdetak memompa nyawa, namun tanpa jiwa...
Coba engkau bayangkan teman, walau ia tak akan pernah terbayangkan kecuali engkau rasakan...
Bagaimana sebuah hati yang hitam dan amat pekat...
Hati yang begitu liat, hati yang tak tersentuh kasih sayang....
Bayangkanlah dia begitu menggurita menjalari setiap pembuluh kehidupanmu..
Menancap keras di nadi-nadimu..
Dan seluruh ototmu menjadi tak pernah kau mengerti...
Mungkin hanya Tuhan yang mampu membuat hati ini kembali putih..
Menjadi seperti awal ia terlahir...
Sebuah bongkah hitam yang ada dalam tiap tubuh, dan
memakan jiwa cinta cinta, kehampaan, kesunyian dan
kemarahan....
Penjara ini masih tetap sesunyi yang dulu..
Masih tetap menjadi hitam yang terpekat...
Menjadi tak terbantahkan dan terbilang...
Entah kapan ia akan mulai melunak dari liat...
Menjadi sedikit pudar dari hitam...
Dan memiliki sedikit alunan dari jiwa ini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.