Pernahkah kamu mengingatku sejenak?
Mencoba mengenang tentang kita?
Coba bayangkan saat pertama kita kenal?
Bagaimana kita bisa sedekat ini?
Apa saja yang kita lewati dan lakukan berdua?
Kemanapun kamu, aku selalu ada untukmu...
Saat kamu memintaku tuk tetap yang terbaik
Saat kamu mencoba menghindariku
Saat kita tertawa dan menangis bersama
Saat pelukanku menenangkanmu
Saat aku / kamu ngambek dan saling merindukan
Saat kita saling merasakan lalu tersenyum
Saat kamu bandel, keras kepala membuatku sabar
Saat kamu sedih dan sakit aku menjadi bawel
Saat aku menyemangati hari - harimu
Bayangkan saat itu tak akan terjadi lagi
Diriku yang cerewat tak ada lagi
Tak ada telefon yang perlu kamu angkat
Tak ada sms dan BBM yang bisa kamu balas
Tak ada lagi canda tawaku
Takkan ada aku lagi...
Saat itu...
Apa kamu lega atau kamu sedih?
Mungkin kamu senang?
Kamu jadi tenang kan
Dan kamu akan bahagia...
Powered by Lynxsky BlackBerry®
Sosial Media
Minggu, 26 Januari 2014
Jumat, 17 Januari 2014
Rabbii Laa Tadzarnii (' ˘⌣˘)
Aku kesepian...
Bukan karena tiada orang-orang di sekitarku..
Aku merasa kesepian...
Tak ada Sang Adam yang temani hidupku...
Rabbi Laa Tadzarnii....
Bukankah Nabi Adam juga pernah sendiri...
Sesaat setelah dia terlelap...
Dari surga Engkau ambil rusuknya...
Dan Engkau menjadikannya Hawa...
Rabbi Laa Tadzarnii....
Rabbii...
Ribuan malam telah aku lewati dalam kesendirian...
Mengapa tak juga Engkau ambil rusuk seseorang..
Lalu menjadikannya sebagai Sang Adamku....
Mungkin Engkau telah mengambil diam-diam..
Dari dirinya yang entah siapa...
Lalu Engkau letakkan lebih dalam di jiwaku...
Sebuah tempat dimana kesucian cinta bersemayam....
Rabbi Laa Tadzarnii...
Aku yakin rencanaMU indah untuku...
Namun entah sampai kapan aku mampu bertahan...
Rabbi Laa Tadzarnii...
Yakinkanlah hambaMU ini....
Jika tulang rusuk ini takkan pernah tertukar..
Akan pasti menemukan pemiliknya....
Malam ini...
Aku ikhlaskan rasa sepi ini hanya kepadaMU..
Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waa ritsiin...
Aamiinnn Yaa Rabbal'alamiin (' ˘⌣˘)
Powered by Lynxsky BlackBerry®
Bukan karena tiada orang-orang di sekitarku..
Aku merasa kesepian...
Tak ada Sang Adam yang temani hidupku...
Rabbi Laa Tadzarnii....
Bukankah Nabi Adam juga pernah sendiri...
Sesaat setelah dia terlelap...
Dari surga Engkau ambil rusuknya...
Dan Engkau menjadikannya Hawa...
Rabbi Laa Tadzarnii....
Rabbii...
Ribuan malam telah aku lewati dalam kesendirian...
Mengapa tak juga Engkau ambil rusuk seseorang..
Lalu menjadikannya sebagai Sang Adamku....
Mungkin Engkau telah mengambil diam-diam..
Dari dirinya yang entah siapa...
Lalu Engkau letakkan lebih dalam di jiwaku...
Sebuah tempat dimana kesucian cinta bersemayam....
Rabbi Laa Tadzarnii...
Aku yakin rencanaMU indah untuku...
Namun entah sampai kapan aku mampu bertahan...
Rabbi Laa Tadzarnii...
Yakinkanlah hambaMU ini....
Jika tulang rusuk ini takkan pernah tertukar..
Akan pasti menemukan pemiliknya....
Malam ini...
Aku ikhlaskan rasa sepi ini hanya kepadaMU..
Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waa ritsiin...
Aamiinnn Yaa Rabbal'alamiin (' ˘⌣˘)
Powered by Lynxsky BlackBerry®
Rabu, 08 Januari 2014
Kesucian Abadi
Inilah aku...
Aku adalah pemeran utama dalam cerita kehidupanku...
Aku memerankan sosok seseorang sesuai skenarioNYA...
Aku sadar..
Aku hanya boleh berusaha, berharap, berkeinginan, dan berdo'a...
Selebihnya Allah SWT Yang Berkendak diluar keterbatasanku...
Aku dikatakan manusia karena adanya jiwa... Bukan raga...
Dan cinta pun bukan terletak pada raga namun pada jiwaku...
Karena jiwa dan cinta itu kesucian abadi...
Tempat dimana ketabahan, kesabaran dan keikhlasan bersemayam....
Sering aku membaca atau mendengar do'a seseorang...
"Tuhan jika dia adalah jodohku maka dekatkanlah, jika bukan jodohku maka jauhkan"
Sering pula aku membaca...
"Tuhan jika dia adalah jodohku maka dekatkanlah, tapi jika bukan jodohku.. jodohkanlah"
Yang aku tau itu bukan do'a yang sesungguhnya....
Karena tak ku temukan setetes hikmah dalam do'a-do'a itu...
"My Allah... Jika dia adalah jodoh terbaik yang Engkau sediakan untuk menyempurnakan kekuranganku, maka mudahkan dan dekatkanlah... Tapi jika dia hanyalah cobaan dan pelajaran bagiku, maka berikanlah aku kesabaran dan keikhlasan untuk melepaskannya"
Aku adalah pemeran utama dalam cerita kehidupanku...
Aku memerankan sosok seseorang sesuai skenarioNYA...
Aku sadar..
Aku hanya boleh berusaha, berharap, berkeinginan, dan berdo'a...
Selebihnya Allah SWT Yang Berkendak diluar keterbatasanku...
Aku dikatakan manusia karena adanya jiwa... Bukan raga...
Dan cinta pun bukan terletak pada raga namun pada jiwaku...
Karena jiwa dan cinta itu kesucian abadi...
Tempat dimana ketabahan, kesabaran dan keikhlasan bersemayam....
Sering aku membaca atau mendengar do'a seseorang...
"Tuhan jika dia adalah jodohku maka dekatkanlah, jika bukan jodohku maka jauhkan"
Sering pula aku membaca...
"Tuhan jika dia adalah jodohku maka dekatkanlah, tapi jika bukan jodohku.. jodohkanlah"
Yang aku tau itu bukan do'a yang sesungguhnya....
Karena tak ku temukan setetes hikmah dalam do'a-do'a itu...
"My Allah... Jika dia adalah jodoh terbaik yang Engkau sediakan untuk menyempurnakan kekuranganku, maka mudahkan dan dekatkanlah... Tapi jika dia hanyalah cobaan dan pelajaran bagiku, maka berikanlah aku kesabaran dan keikhlasan untuk melepaskannya"
Senin, 06 Januari 2014
MY ALLAH
{Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.}(QS. Ar-Rahman: 29)Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah!"
Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: "Ya Allah!"
Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"
Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah!"
Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!"
Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, menyerulah:"Ya Allah!"
Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam.
Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang, dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya.
Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan!
Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya.
Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar.
Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh. Karena,
{Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya.}(QS. Asy-Syura: 19)
Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata Yang sangat berharga.
{Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?} (QS. Maryam: 65)
Allah: milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.
{Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.} (QS. Ghafir: 16)
Allah: dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan. {Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lab. (datangnya).} (QS. An-Nahl: 53)
Allah: pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.
”Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf, Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku”
Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.
Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.
Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu.
Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu.
Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, Dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran.
Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu.
Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.
Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera.
Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal.
Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan.
Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.
Langganan:
Komentar (Atom)
